Saturday, 20 July 2013

TRAVELLING RAMADHAN: PANAS MEMBAKAR DAHAGA DI PRAMBANAN

Menjadi anak Kost yang merantau jauh menjadi tantangan tersendiri apalagi saat menjelang Ramadahan semakin terasa menyiksa bagi anak kost yang terbiasa hidup serba praktis. Praktis di bangunin sahur tinggal makan, Praktis Mager (Males gerak) di dalam kamar, dan Praktis menyatap buka yang telah di sediakan di meja makan. semuanya serba Praktis dan tinggal lahap. Praktis ini berbanding balik dengan anak Kost yang biasanya hidup Praktis menjadi hidup Proses saat Ramadhan. Proses bangun sahur sendirian keluar kamar buat cari makanan. dan Proses saat lemas keluar kamar mencari menu untuk buka Puasa....
Nah... tiba-tiba di bulan yang suci ini gue kedatangan tamu suci. (Bukan Suci namannya) tamu suci itu sahabat gue yang jauh-jauh datang dari Palembang yang sengaja ke Jogja untuk liburan... (Jadwal Liburan yang salah) antara senang dan sedih.
Kenapa gue seneng? ya karena gue kedatangan sahabat gue dari jauh...
Kenapa gue sedih? gue harus menjadi Tour Guidenya dia selama di Jogja dalam keadaan gue sedang berpuasa.. dia juga lagi berpuasa..

PRAMBANAN...

Setelah berpanas-panas ria bareng Jimmy melalui jalanan yang cukup macet dan cukup ngeselin karena Motor dan Mobil saling mendahului tibalah kita dia Prambanan.. *TOUCHDOWN* 

suasana Perambanan tidak begitu sepi tidak begitu ramai alias biasa saja...

                                             JREEEEEEEENGGGGGGGG!!!

Suasana panas makin membara seakan membakar muka gue... seketika muka gue yang putih mengkilau langsung gosong karena bakaran sinar matahari yang terasa sanagat membakar..
gue terus jalan naik anak tangga yang tidak begitu banyak namun makin menyiksa.. Butiran debu berhembus terbawa angin....
Dengan sabar gue nemenin Jimmy mengelilingi sekitaran Candi dengan semangatnya yang terus membara (Maklum belum pernah ke Prambanan) tidak hanya itu gua dijadiin dia layaknya seoarang Fotografi profesional..

                                                        Hasil jepretan gue....

Jimmy terus terkesima melihat keindahan alam yang di ciptakan sang maha kuasa begitu indah.. ia terus memasuki satu persatu Candi.. gue sendiri masih sabar jadi Tour Guidenya Jimmy..
Satu jam belalu kita istirahat sejenak di bawah Pohon.. tonggorokan gue terus teriak minta di isi air tetapi gue berusaha mengalihkan rasa haus itu dengan ngobrol dengan beberapa bule yang duduk di sebelah gue namun gue makin Haus karena ngeliat bule itu tanpa muka bersalah nenggak air mineral dingin yang sudah pasti nikmat rasanya.. dan gue hanya menelan air liur :(
Jimmy sendiri sama sekali tidak terlihat haus atau kecapean ia malah asyik menikmati pemandangan yang ada di depan mata...
Enggak lama kemudian kita bangkit berdiri untuk pulang dan gue tahu buat keluar area Perambanan ini untuk menuju ke parkiran itu sangat jauh harus berjalan kurang lebih satu kilo...
Masi dalam keadaan sabar gue terus berjalan diantara rindangnya pohon yang setidaknya menampis sinar matahari yang benar-benar membakar....
Lalu kita mampir ke Musholla untuk Sholat Ashar... setelah Sholat gue termenung sebentar, kenapa gue sempat berpikir untuk membatalkan puasa karena hanya alasan Haus dan Panas... padahal gue tahu diluar sana banyak yang bekerja keras saat bulan puasa namun mereka tetap menjalankan ibadah yang hanya datang satu tahun sekali.. Astafirghlaah... gue mengusap wajah gue...

Siapa yangmembatalkan puasa 1 hari di bulan Ramadhan tanpa rukhshah (keringanan) atau sakit, tidak akan tergantikan walaupun dengan puasa selamanya, meski dia berpuasa. (HR Tirmizy, Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasai)

SO....


Sebenarnya melakukan Travelling saat bulan puasa itu sangat mengasyikan apabila kita tidak merasa terbebani, jangan jadikan Puasa alasan untuk kita tidak beraktivitas, untuk kita tidak melakukan Travelling ringan.... Nikmatin aja alam yang ada di sekitar kita yang pasti jika kita menikmati alam sekitar kita entah itu panas atau dingin yakinla semua itu akan terkalahkan dengan niat kita sungguh-sungguh ingin berpuasa...


Ohya, apabila sobat-sobat yang enggak sengaja ngebaca tulisan saya.. mungkin bisa Nge'Vote saya dengan cara mengunjungi http://www.burufly.com lalu klik Vote ya.. Thanks banget.. Semoga bermanfaat

Wednesday, 10 July 2013

Seseorang yang terbuang.

Kali ini gue mau nulis bukan tentang hal absurd tapi gue mau nulis tentang hal yang mengoyak naluri gue..

sesuai judulnya gue akan ngebahas tentang seseorang yang terbuang. Bukan di buang melainkan sesorang tersebut terbuang dan dianggap sampah.
ada banyak macam orang yang terbuang. ada anak jalanan, ada pengemis, gelandangan dan wanita penghibur..
ya, gue mau ngebahas tentang wanita penghibur atau dengan sebutan kupu-kupu malam. gue tahu udah banyak banget artikel atau orang yang udah ngebahas permasalahan ini tetapi gue tetap mau nulis ini hanya ingin memuaskan batin gue aja yang terkadang miris dan sedih ketika kita tahu latar belakang hidup mereka yang sesungguhnya.

karena gue orangnya sangat penasaran dengan hal-hal yang aneh dan sangat ingin tahu tentang kehidupan malam mereka yang kejam akhirnya sekitar awal tahun 2012 gue memberanikan diri untuk ke Sarkem salah satu tempat prostitusi terbesar di Jogja, eiiit.. gue kesana enggak ngapa-ngapain cuma muasin rasa penasaran gue bukan muasin yang itu :p

                                                    foto dari google..

Akhirnya gue meluncur kesana, saat mau masuk ke gerbang gang, jujur gue takut banget karena gue enggak pernah sama sekali  ketempat yang kayak begituann...

lima belas menitan berdiri gue mutusin buat masuk ke dalam. suasana sangat mencekam diantara remangnya lampu diantara rumah yang berderet bahkan menempel satu sama lain gue ngeliat puluhan cewek duduk berjajar di depan rumah yang sekaligus tempat mereka mencari nafkah..
beberapa cewek merayu gue dengan gaya centil mereka namun gue terus jalan tidak menghiraukan bisikan nakal dari mereka yang berharap gue bisa memberi mereka beberapa rupiah..
lama berjalan gue duduk di sebuah warung kecil berpura-pura membeli minum. gue di layani seorang perempuan berusia sekitar 18 tahunan.
"Mas, enggak masuk ke dalam aja?" rayunya.
"Oh, enggak Mbak makasih" tolak gue yang panik. dia terus membujuk gue kayaknya dia belum dapat pelanggan. lalu dia minta rokok di gue, kesempatan itula yang gue pakai untuk bertanya tentang hal yang selama ini mengusik naluri keinginan tahuan gue.
"Udah lama kerja kayak gini Mbak?"
"Sekitar tiga tahun"
"Oh, emang asli mana Mbak"
"Asli Jawa, kok"
"Maaf Mbak dalam sehari bisa melayani berapa orang" tanya gue yang spontan, tanpa ada rasa takut dia menjawab peranyaan gue ngalir aja.
"Dua sampai tiga"
"Oh, emang bisa Mbak?"
"Bisa lah, namanya kita cari uang yang saya cari bukan kenikmatan Mas tapi uang"
Kita Hening.
"Kenapa bisa sampai kerja kayak gini Mbak?" lanjut gue yang semakin penasaran.
"Karena nggk ada lagi pekerjaan yang bisa ngasih uang banyak untuk membiayai anak saya yang sekolah, makan dan ngebiayai hidup yang semakin mahal. saya dari kecil ditinggal kedua orang tua Mas. saya hanya sebatang kara" katanya pelan.
Tak lama kemudia dia pamit ke gue karena ada seseorang tamu yang membawanya masuk ke dalam. guepun langsung bangkit untuk pulang dengan membawa rasa sedikit dahaga karena rasa penasaran gue sedikit berkurang. Walaupun masa banyak yang mau gue tanya. tapi yasudahla gue bisa ngambil benang merahnya aja semua orang yang kerja kayak gini mereka punya alasan sendiri kenapa mereka bisa seperti ini.

Gue bisa ngambil kesimpulan.
Mereka seperti itu karena ada alasan, alasan yang memaksa mereka untuk melakukan itu, melakukan hal yang mestinya tidak mereka lakukan. mereka lakukan karena itu adalah pilihan terakhir menurut mereka. pilihan adalah hak sesorang asalkan mereka bisa bertanggung jawab. bertanggung jawab akan resiko. terlebih mereka bertanggung jawab atas nyawanya, atas nyawa orang terdekatnya yang membutuhkan beberapa lembar uang kertas untuk menyambung hidup.

Gue sendiri dari dulu enggak pernah menghakimi mereka, gue berpikir dari segi yang lain mereka seperti itu karena mereka punya alasan. Bukan bearti itu pekerjaan yang baik bahkan sangat hina di mata orang tetapi hati kecil mereka tidak ingin hidup seperti itu.

Dan terciptalah Puisi ini untuk mereka yang terbuang..

DI REMUK KESUNYIAN MALAM...

Di antara remang lampu, berteman debu dan berwajah topeng..
Kami duduk sejajar menawar senym, memberi rayu....
Dinginnya malam mencekam meremuk tubuh kami yang berbalut beberapa benang.
Tawa itu hanya hiasan semata agar kami bisa mendapatkan kertas yang bisa menyambung kami..
Gelak tangis sudah menjadi saudara kami, kepedihan, sudah menempel dalam hati.
Doa, mungkin tak di dengar.. tapi kami tetap meminta agar ia memaklumi kami...
kami hanya orang yang terbuang dari sekumpulan sampah yang paling kotor.
Kami seseorang yang terbuang dari kerasnya arus hidup yang merapuhkan kami...
Biarkan, biarkan kami menjadi orang yang terbuang.... asal kami bisa menyambung nyawa...





Sunday, 7 July 2013

KARIMUN JAWAAAAAAAA!


Well.. hari ini gue baru ada waktu buat ngeshare liburan gue beberapa bulan lalu ke karimun jawa bareng temen-temen...
awalnya sih gue males mau ikutan tapi karena gue penasaran sama karimun akhirnya gue ikut jugaaaa...

Kita berangkat dari Jogja menggunakan kendaraan pribadi menuju penyebrangan yang ada di Jepara. sebelumnya kita udah pesen tiket kapal cepat buat kesana and then buat nyebrang lautan yang super gede memakan waktu kurang lebih dua jam dan itu bete mau ngapain di dalam kapal.. Gimana yang naik kapal besar ya, yang bisa sampai tujuh jam'an...

Singkat cerita, ala ala anak gaul gue langsung teriak TOUH DOWN. kata-kata yang begitu Mainstream  saat anak-anak update sampai ke suatu tempat yang mereka tuju..

Nah ini dia Gerbang surga di pulau jawa... gerbang ini pintu masuknya pelabuhan atau keluar, untuk menuju ke Hotel/Hostel/Homestay...
Jujur ngeliat air yang ada di pelabuhan aja gue pengen Snorkling disana. Parah Gilaaaaak bening banget.
Ohya Harga tiket kapal cepat kalau enggak salah bolak balik 160 ribu...

                                        Kesan pertama BENINGGGGGGGGGG.......

Sampai di pelabuhan karimun kita langsung di jemput pemilik Homestay yang nganterin kita ke Homestaynnya.

                         JREENGG.. KITA NGINAPNYA DISINI DEPAN PANTAI MEENN

Kita bertujuh tidur disini, tempatnya Pewe sih cuma ada satu kamar tapi diluar kamar banyak kasur lipat gitu berderet didepan.. dan didepan rumah ada teras kecil yang menghadap laut... kalau siang enggak ada listrik karena pulau karimun malam doang yang ada listrik... Tips : Bawa obat Nyamuk, Autan, Soffel.. karena kalau malam banyak parah nyamuknya ngisapin darah... 

Gue istirahat sebntar temen-temen yang lain pada main air, kayak (semacam kapal kecil) ada yang mancing pokoknya semua pada pasang wajah Happy...

                                                          Nikmatin suasana.........


HARI SETERUSNYA.....

Selama beberapa hari waku banyak di habisin keliling Pulau, Pulau cemara kecil, Pulau cemara besar, Penagkarang Hiu yang gue enggak berani buat renang sama Hiu takut parah gue... katanya Jinak tapi gue yakin kalai Hiu itu liat pantat gue mungkin dia berubah pikiran dan langsung ganas....

                                          Berani cobaa?.....


Tibalah saatnya kita Snorkling. Disini gue paling bete karena susah banget buat dapetin foto bagus sama karang gue udha berulang kali calepcelup tapi masa aja enggak dapat foto yang bagusss... sampai nafas gue habis aja masi belum dapat foto yang bagus

                Dan ini yang paling lumayan menurut gue.. padahal didalam laut bagus banget karangnya

                Ini juga paling lumayan dan better dari foto lainn.........

Sehabsi Snorkling kita makan di Pulau cemara Kecil (Kalo enggak salah) dan disitu seru banget instrukturnya masakin ikan panggang yang udah disiapin, semua serba ikan.. kita bentang tikar makan di bawah pohon kelapa wuiiiihhh sabi banget sob moment itu berasa anak pantat banget gue eh pantai........

                         Narsis dulu sebelum makan..........

                Gendut ya, oke itu bajunya aslinya enggak gitu-gitu amat (Nyari aman biar enggak di Bully)




Sehabis makan kita kembali keling-keliling Pulau sampai Sore menjemput kita di sebuah Pulau (LUPA!!) buat ngeliat Sunset yang ternyata enggak muncul karena cuaca lagi enggak cerah...

                                 Ini Pulaunya yang gue foto dari Kapal.....


Masi, banyak cerita yang enggak gue bisa share atu-atu disni yang gue Share sebagian yang menurut gue penting aja. Well, kesan gue sama karimun itu WOW EMEJINGGG BANGETTT... Pulau yang masi lumayan bersih, bagus, penduduknya ramah, makannannya enak murah. Cuma Satu kurangnya ... kalau malam disini sepi banget kayak kota mati :( bener-bener sepi yang bisa buat ngeramein ya cuma kita-kita aja yang buat suasana malam hidup tapi, karena kecapekan mungkin malam benar-benar dijadiin waktu buat beristirahat...

SO, YOU SHOULD VISIT KARIMUN JAWA.. BCZ, YOU WILL FOUND REAL HEAVEN ISLAND IN JAVA......

                              Beautiful Sunset.......



Friday, 19 April 2013

Apakah kesempurnaan itu identik dengan cinta

Ketika manusia ingin dilahirkan mungkin manusia akan memilih itu menjadi yang sempurna tetapi karena manusia sudah mempunyai jalan masing masing manusia harus menjalani hidup dengan apa yang sudah ia dilahirkan.
Apakah cinta itu harus memilih atau sudah ada takdir yang mengharuskan kita untuk menjalaninnya entah tetapi ketia manusia merasa tidak dalam kesempurnaan ia merasa seakan tidak ada kesempatan bahagia untuknya.
Seandainya bisa memilih aku akan memilih cinta yang memang membuat hati aku merasa lebih utuh. Cinta sudah berapa banyak orang terjebak dalam rasa kepedihaan itu.
Tangis tidak akan pernah menyudahi rasa itu tidak akan pernah menghilangkan rasa perih di hati ..
Hari ini aku jika ada kesemapatan untuk bertanya apakah cinta itu harus identik dengan kesempurnaan?